Komjen Listyo Sigit Jadi Calon Tunggal Kapolri Mengantikan Jendral Idham Azis

Kamis, 14 Januari 2021 : 06:30


Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo

Radar Pos.Com.Solo
— Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajukan calon tunggal Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo ke DPR. Jenderal bintang tiga ini masih menjabat sebagai Kabareskrim Polri.
“Tentunya, besar harapan masyarakat Indonesia jika beliau (Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo-red) menjabat sebagai orang nomor satu di Polri,” terang Direktur Amir Machmud Center, Dr Amir Machmud saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (13/1).


 Menurutnya, banyak pekerjaan rumah yang menanti jika mantan Kapolresta Solo ini menjabat sebagai Kapolri. Mulai dari memerangi paham radikalisme hingga membersihkan internal kepolisian dari oknum-oknum tertentu.


“Kami menaruh harapan besar beliau mampu menegakkan hukum dan keadilan. Termasuk memberantas radikalisme di Indonesia ini. Dan, membuat institusi kepolisian Republik Indonesia bersih dari oknum-oknum berkepentingan,” jelas praktisi radikalisme Indonesia tersebut.


Di sisi lain, Dr Amir Machmud juga menyikapi indenpendensi korps Tribrata ini untuk konsen dalam menegakkan hukum di Indonesia. Jangan sampai, citra institusi Kepolisian terlibat dalam politik praktis.


“Polri harus independen dalam menangani kasus. Jangan sampai terseret dalam arus politik praktis,” tandasnya.


Selama menjabat Kabareskrim Polri, sejumlah kasus diungkap. Salah satunya, penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan pada 27 Desember 2019 atau 12 hari usai dilantik sebagai 

Kabareskrim. Setelah itu, Bareskrim melimpahkan tahap II kasus tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi Kondensat PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), ke Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah dinyatakan lengkap atau P21.


Kasus lain, penangkapan buronan terpidana kasus hak tagih (cassie) Bank Bali, Djoko Tjandra pada 30 Juli 2020.


Di tahun 2020 tercatat, Bareskrim Polri menerima laporan polisi terkait kasus tindak pidana korupsi sebanyak 1.412. Dari angka itu, diantaranya sudah ada yang rampung atau P21 sebanyak 485, dilimpahkan 19 dan dihentikan atau SP3 ada 31 perkara. Sampai saat ini, Bareskrim Polri masih melakukan proses penyidikan sebanyak 877 perkara tindak pidana rasuah di Indonesia

(R-01)

 

Bagikan

RadarposTV