Natal Terakhir 2020 Walikota Solo Rudy Tanpa Selebrasi karena Pandemi Covid 19

Sabtu, 26 Desember 2020 : 06:03


Loji Gandrung Solo

Radar Pos.Com.Solo
— Suasana natal di Rumah Dinas Walikota Solo di Loji Gandrung Jumat (25/12) pagi itu lengang. Selain mobil dinas walikota, tak ada satu pun mobil terparkir di halaman rumah kuno di Jalan Slamet Riyadi itu.

Padahal Loji Gandrung menjadi tempat FX Hadi Rudyatmo menggelar open house menyambut perayaan Natal selama menjabat sebagai Walikota Solo. Hari raya Umat Kristiani itu menjadi momen pejabat daerah, ASN, hingga warga masyarakat mengucapkan selamat Natal kepada Rudy.

Setiap tahun, sekat antara pejabat dan warga melebur di momen tersebut. Rudy menyapa mereka satu per satu sesuai urutan kehadiran. Yang datang akhir harus mengantre di belakang. Tak peduli jabatan dan pangkatnya. Usai mengucapkan selamat natal, para tamu dipersilakan menikmati hidangan sederhana yang sudah disediakan.

Momen tersebut tahun ini terpaksa terlewatkan begitu saja. Rudy tak mengadakan open house seperti biasanya karena Covid-19 di Kota Solo masih mengganas. Rudy tak ingin perayaan natal di Rumah Dinasnya justru menjadi titik penyebaran Covid-19.

Meski harus melewati natal terakhirnya di Loji Gandrung tanpa perayaan, Rudy mengaku tak keberatan. Ia sudah puas merayakan hari raya bersama cucu dan keluarga di rumah.

“Tidak apa-apa. Yang berubah kan cuma secara fisik saja. Secara iman tidak,” katanya.

Walikota Solo

Menurut Rudy, Natal di tengah Pandemi Covid-19 kali ini tak jauh berbeda dibanding yang sudah-sudah. Meski menjadi orang nomor satu di Kota Solo, Rudy jarang merayakan hari raya agamanya itu dengan hingar bingar pesta. Selain open house menyambut warga Kota Solo, Rudy biasanya hanya berkumpul dengan keluarga di rumah.

“Kalau Natal saya nggak pernah ke mana-mana kok. Kumpul sama cucu saja di rumah,” katanya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat konsisten menghindari kerumunan selama wabah Covid-19 masih mengancam Kota Bengawan. Perayaan Natal tak bisa jadi alasan mengabaikan keselamatan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo sendiri sudah sejak beberapa hari lalu menerbitkan Surat Edaran (SE) Walikota yang melarang perayaan Natal dan Tahun Baru. SE tersebut membatasi kerumunan di satu tempat paling banyak lima orang.

“Kita membuat aturan ya harus memberi contoh tho. Mosok saya yang tanda tangan mau melanggar aturan saya sendiri,” katanya.

“Masyarakat mestinya maklum lah. Di rumah saja. Intinya Natal kan bukan perayaannya tapi bagaimana kita memaknai kelahiran Tuhan Yesus dalam kehidupan sehari-hari,” 

( Team)

Bagikan

RadarposTV