Sukiyem Warga Geneng Polokarto Sering Sakit karena Masalah Utang Piutang

Sabtu, 14 November 2020 : 06:19



Ibu Sukiyem bersama Cucunya

Radar Pos.com.Sukoharjo
-Sebuah pepatah sudah jatuh masih tertimpa tangga sebuah pepatan yang menimpa Ibu Sukiyem (55) th warga Geneng,Desa Ngombakan Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo.Ketika Media Radar Pos.Com bertandang ke rumah Sukiyem. wanita paruh baya ini menceritakan Kronologis yang sebenarnya.


Bahwa Dulu dirinya punya pinjaman Sejumlah Rp 50 ( Lima puluh juta ) di BRI Unit Bekonang, Sukoharjo.saat itu dirinya bisa mengangsur dengan baik dan lancar dapat beberapa bulan .Kemudian  sang menantu yang bernama Pohan Ong  itu mengambil Sertifikat yang ada di BRI dan pindah ke BPR yang ada di Solo.


Dikatakan ketika di BPR UMKM yang ada di Belakang Sriwedari dirinya hanya tanda tangan saja surat juga tidak dikasih juga tidak tahu uangnya katanya pinjamanya Rp 350 .000.000;(Tiga Ratus Lima puluh juta) dalam jangka satu tahun terang Sukiyem sambil mengedong Cucunya.


Kuasa Hukum Ibu Sukiyem Umar J Harahap, SH

Kemudian dalam satu tahun dapat angsuran lima dan tidak dapat melanjutkan akhirnya di Tupe Up lagi padahal satu angsuran ada 35.500.000; satu kali angsuran, padahal dirinya hanya usaha jualan mie ayam dan Toko kelontong kecil.kemudian di Tupe UP lagi jadi Rp 450.000.000;dan tidak bisa angsur .dan bunganya saja 10.700.000;(Sepuluh juta Tuju ratus Ribu Rupian.).

 Sementara dari BPR Bapak Musa mengatakan atau menuduh , menyanpaikan Ibu Lupa saat Menerima uang padahal sama sekali Tidak terima uang.bahkan di suruh pindah dari rumah.terang Sukiyem sambil terbata-bata.


Sambil meneteskan air mata dirinya merasa sedih karena sudah tua, disuruh pindah dari rumah dan masih punya hutang yang jumlahnya tidak sedikit mau tinggal dimana lo mas.juga anak dan menantu juga tidak ada masih ditingali cucunya yang masih kecil .dirinya berharap agar tidak disita rumahnya.itu pintanya.

 
Sementara pihak Kuasa hukum Umar Junuardi Harahap, SH Menyampaikan kepada awak media Radar Pos di kantonya di Kleco Solo.bahwa dirinya sebagai Kuasa hukum Ibu Sukiyem minta Kepada pihak BPR UMKM untuk saling Pengertian dan mencabut pengajuan lelang, karena kliennya tidak terima uang sama sekali .bahwa anaknya Pohan Ong punya pinjaman sejumlah itu dan tidak dapat mengangsur.karena jaminan sertifikat masih atas nama Sukiyem terang Umar J Harahap. SH.

Dan tupe up ke dua nilainya Rp 475 .000.000; karena tidak mengangsur maka dari pihak BPR mau melakukan penyitaan ke rumah ibu Sukiyem.Cuma yang menjadi permasalahan Klien kami dari uang pinjaman tersebut sepeserpun tidak terima uangnya tegasnya.


Rumah ibu Sukiyem yang akan di sita

Pada tahun 2019 tanggal 16 April 2020 dilakukan sita exsekusi dari PN Sukoharjo dan saat ini masuk Balai Lelang di Solo dan kini digugat oleh Umar J Harahap.ada tiga orang yang digugat.karena klienya dibohongi baik Pohan ong maupun yang lain termasuk dari BPR UMKM.


Menurut informasi anak Ibu Sukiyem dan Pohan ong keberadaan saat ini tidak tahu  .bahkan ibu Sukiyem sudah di suruh melunasi pinjamanya juga di tingali cucunya terang Loyer yang gaul ini.yang diminta sebagai kuasa hukum minta data-datanya kalau ibu Sukiyem punya pinjaman Rp 475 juta sampai saat ini juga tidak dikasih .

bahkan klienya juga tidak terima uang diduga itu akal-akalan dari pihak BPR dan ada unsur pidananya.sementara dari Pihak BPR sampai saat ini juga belum dikonfirmasi atas persoalan dengan Sukiyem warga Geneng , Desa Ngobakan , Polokarto tersebut.
(Bersambung)

Bagikan

RadarposTV