Puluhan Nasabah Geruduk Kospin Syariah Karanganyar di Jl Kaplten Mulyadi

Rabu, 18 November 2020 : 05:56



Nasabah yang mendatangi Koperasi

Radar Pos.Com.Karanganyar
— Puluhan nasabah menggeruduk kantor Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) Kospin Syariah di Jl Kapten Mulyadi, Selasa (17/11). Para nasabah geram lantaran dana mereka ditahan koperasi.

“Berulangkali dijanjikan bisa dicairkan dananya. Tapi selalu tidak ditepati. Sudah dua tahun seperti ini. Penarikan macet. Padahal itu uang kami sendiri,” kata seorang nasabah asal Karanganyar, Andreas.

Ia menanamkan dananya Rp 70 Juta, berniat menariknya untuk modal resepsi pernikahan anaknya. Komunikasi dengan manajemen Kospin Syariah Karanganyar juga macet. Ia terlihat emosi sampai menggedor-gedor gerbang.

 Begitu pula nasabah lain yang kebanyakan kaum hawa. Mereka berteriak memanggil orang di dalam kantor agar keluar. Tapi tampaknya usaha itu sia-sia karena tak ada orang di dalam. Kegaduhan itu seakan sudah diprediksi manajemen Kospin sehingga langsung tutup sejak pagi.

Seorang nasabah asal Tasikmadu, Slamet Widodo mengatakan dana yang disimpannya dalam bentuk deposito Rp 100 Juta sedangkan tabungan Rp 55 Juta. Dana yang dihimpunnya selama 10 tahun itu baru dua tahun belakangan macet. Pihak manajemen sempat membuka pencairan dana hanya dua bulan pada Agustus-September 2020. Namun pencairan dibatasi hanya 1 persen dari total dana disimpan.


“Praktis hanya bisa saya cairkan Rp 1,5 Juta. Sebagian besar uang saya masih ditahan,” katanya.

Para nasabah kecewa dengan sikap manajemen yang seakan lari dari kewajiban. Para penanggungjawab Kospin juga sulit dihubungi maupun ditemui di rumahnya. Total dana yang tertahan dari puluhan nasabah di cabang Karanganyar Kota ini diperkirakan miliaran rupiah. Ada satu nasabah menyimpan dananya Rp 1,4 Miliar.

Isti, nasabah asal Klaten mengaku uang yang disimpannya di Kospin Syariah Karanganyar bukan miliknya sendiri. Sebagian besar uang berkurban titipan jemaahnya.

“Dulunya, sales bermanis bibir. Katanya uang bisa diambil kapan saja, aman dan halal. Makanya terpikat deposito di sini. Saat ini sepertinya saya ditipu. Saya sampai malu dengan Jemaah. Akhirnya dengan uang pribadi, mengembalikan ke mereka Rp 20 Juta,

Belum Nasabah yang lain yang telah menyimpan uangnya seperti Pedagang yang menyimpan uangnya Rp 50 juta mau diambil juga tidak bisa padahal untuk kebutuhan penting katanya .

 (Team)

Bagikan

RadarposTV