Pemberdayaan Nelayan Untuk Meningkatkan Kesejahteraan

Senin, 16 November 2020 : 10:32

Sat Melakukan Petemuan
Radar Pos.Com.Surabaya- Secara umum kondisi nelayan di negeri ini masih cukup memprihatinkan. Sebagian besar masyarakat nelayan masih termasuk dalam kategori keluarga miskin. Akibatnya, profesi nelayan belum mampu menjadi mata pencaharian hidup idaman masyarakat. Potensi panjang garis pantai sebanyak 70 % apabila dikelola dengan baik akan memberikan nilai tambah yang sangat besar bagi pemasukan Negara, dan nelayan lah yang seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi bangsa.

Pemerintah memiliki peran penting dan memberikan prioritas lebih terhadap kehidupan masyarakat nelayan. Kebijakan yang berpihak terhadap sektor perikanan dan kelautan pun terus dibuat. Pemerintah menargetkan sektor perikanan sebagai penyumbang devisa utama di Indonesia. 

Salah satu kebijakan itu adalah menjamin kemudahan dalam akses permodalan untuk nelayan dari perbankan serta kemudahan membuat sertifikasi hak atas tanah bagi nelayan dan pembudidaya ikan. Selama ini masih terjadi diskriminasi yang dilakukan lembaga keuangan dan perbankan dalam memberikan kredit kepada nelayan kecil. Rendahnya pencairan kredit tersebut berimbas pada rendahnya produktivitas nelayan.

Pada hari Sabtu tanggal 26 September 2020, Kementrian Kelautan dan Perikanan meluncurkan kegiatan “Pemberdayaan Nelayan untuk Meningkatkan Kapasitas Usaha Nelayan dan Keluarganya” di Kabupaten Sumenep. Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Dirjen Perikanan Tangkap, Bupati Sumenep, Ketua Komisi IV DPR, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur dan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep. 

Dalam sambutannya, Ir. Moh. Gunawan Saleh selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur mengatakan. “Dengan adanya kegiatan ini, tali silaturahim antara pemerintah pusat, daerah dan masyarakat dapat terjalin dengan baik serta bersinergi dalam mewujudkan “Perikanan Tangkap yang Maju dan Berkelanjutan untuk kesejahteraan Nelayan”.

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur juga menginformasikan adanya program-program kegiatan pemberdayaan nelayan yaitu diantaranya :

1.       Pembinaan mata pencaharian alternatif bagi keluarga nelayan yang bertujuan memberikan motifasi dan membuka mindset agar nelayan dapat meningkatkan produktifitas maupun mengembangkan usaha potensial lainnya secara inovatif dan mandiri.

2.       Sosialisasi permodalan bagi nelayan di Jawa Timur yang bertujuan mensupport kebutuhan dana operasional penangkapan melalui stakeholder terkait, diantaranya dari koperasi maupun Bank Nasional.

3.       Pemberian Hibah bagi Kelompok Nelayan yang terbentuk melalui Kelompok Usaha Bersama yang bertujuan fasilitasi sarana prasarana kebutuhan operasional penangkapan ikan yang berkelanjutan.

Point penting dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut adalah sosialisasi program kegiatan DJPT, bimbingan teknik pengembangan dan diversifikasi usaha nelayan dan gerai pendanaan nelayan, BPJS Ketenagakerjaan dan Laut Nusantara.

“Semoga dengan program kegiatan ini peningkatan produksi dan kesadaran masyarakat perikanan (Nelayan Pengusaha Perikanan) untuk mengelola dengan memanfaatkan sumberdaya secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan bisa tepat sasaran dalam membangun perekonomian di sektor Perikanan  dapat terwujud dan tercapai dengan baik”, tutup Gunawan dalam sambutannya.

(##)

 

 

                                

 

Bagikan

RadarposTV