Kirab Pedagang Pasar Klewer Timur Solo Picu Kerumunan saat Rebutan Gunungan

Sabtu, 17 Oktober 2020 : 06:25




Suasana Kirab di Pasar Klewer Solo Jawa Tengah

Radar Pos.Com.Solo
— Kirab budaya boyongan pedagang Pasar Klewer Timur memicu kerumunan, Jumat (16/10). Kerumunan terjadi saat ratusan orang berebut gunungan yang terbuat dari produk tekstil di dua titik di sekitar gedung baru Pasar Klewer Timur.

“Sebenarnya sudah ada kesepakatan untuk melaksanakan protokol kesehatan. Tapi ya namanya manusia mungkin susah diatur,” kata Ketua Umum Paguyuban Pedagang Klewer Timur, Karso.

Menurut Karso, dua gunungan ditujukan sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan Klewer Timur. Satu gunungan ditujukan untuk masyarakat umum, sementara gunungan lain ditujukan bagi tukang yang terlibat dalam pembangunan gedung pasar.

Pantauan di lokasi, panitia dari paguyuban sebenarnya sudah mengatur agar massa tidak terkonsentrasi di satu titik. Satu gunungan dibagikan di depan pintu masuk gedung baru, sementara gunungan lain dibagikan di ruang terbuka di atas gedung pasar.

Kerumunan pertama terjadi di depan pintu pasar. Warga berebut gunungan produk tekstil yang dibawa menggunakan becak. Di saat yang sama, gunungan lain dibawa ke ruang terbuka di atas pasar.

Pembagian di lokasi kedua awalnya berjalan secara teratur. Panitia berulang kali mengingatkan mereka untuk menjaga jarak dan tetap mengenakan masker. Namun para tukang tetap berbaris di depan gunungan tanpa memperhatikan jarak.

Rebutan gunungan terjadi setelah beberapa orang diam-diam mengambil kaos tanpa sepengetahuan panitia. Setelah panitia mengetahui hal itu, pemandu acara mengingatkan agar semua tertib menunggu giliran.

“Tidak boleh mengambil dari belakang,” ujar pemandu tersebut.

Peringatan itu justru memicu para tukang yang tadinya tertib berbaris untuk ikut berebut gunungan.

Karso mengatakan mereka yang berebut adalah pegawai di Pasar Klewer dan tukang yang setiap hari mengerjakan bangunan di sana.

“Jadi walaupun kerumunan, kita sudah setiap hari bersama. Kita juga tidak mengumumkan orang banyak untuk berkerumun di sini. Ini tadi warga kita sendiri,” katanya.

Seperti diketahui, sejak Covid-19 masuk ke Solo Maret lalu Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melarang semua kegiatan yang menimbulkan terjadinya kerumunan. Pemkot baru memberi kelonggaran untuk kegiatan tertentu dengan syarat tetap menjalankan protokol kesehatan.

Di antaranya dengan menjaga jarak, mengenakan masker, dan pemeriksaan suhu sebelum memasuki lokasi acara. Tak hanya itu, peserta acara di dalam gedung juga dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan.

(Team)

Bagikan

RadarposTV