Wacana Hilangkan Mapel Sejarah, Sofyan Tan: Mas Menteri Harus Hati-Hati

Kamis, 24 September 2020 : 09:48
DPR RI Komisi X Sofyan Tan

Radarpos.com, Jakarta — Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan mengingatkan kepada Mendikbud Nadiem Makarim agar berhati-hati menyikapi adanya wacara menghilangkan mata pelajaran (mapel) sejarah.

Sebab, jika hal ini terealisasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI telah meresahkan banyak pihak, terutama para guru sejarah dan sejarawan.

“Pelajaran sejarah yang akan dihilangkan menimbulkan keresahan para guru sejarah dan sejarawan. Kami ingin mengingatkan kepada Mas Menteri bahwa hal-hal seperti ini harus cukup hati-hati menyikapinya,” ingatnya, saat mengikuti Rapat Kerja dengan Mendikbud di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (22/9), sebagaimana dilansir dari laman drp.go.id, Rabu (23/9).

Anggota F-PDI Perjuangan DPR ini, mengingatkan Mendikbud bahwa Presiden Soekarno pernah menyampaikan “Jas Merah” (jangan sekali-kali meninggalkan sejarah) dalam pidatonya.

Kemendikbud bisa saja membangun kualitas SDM Indonesia dengan mapel sains. Tapi, tetap tidak boleh meninggalkan mapel sejarah.

“Dari sejarah kita bisa memandang ke depan. Dari sejarah kita bisa melihat mana yang jadi panutan kita dan kita perbaiki pada masa depan. Perjuangan para pahlawan harus menjadi simbol perjuangan generasi sekarang untuk mengisi kemerdekaan.

Kami tak meragukan itikad baik Mas Menteri, cuma mungkin harus hati-hati mendiskusikan ini. Justru kami juga jadi tidak nyaman,” ungkap legislator dapil Sumut I ini. (R-01)

Bagikan

RadarposTV