Harga Ikan Ekonomis Penting Tangkapan Nelayan Relatif Stabil Selama Pandemi

Rabu, 09 September 2020 : 14:23
Bongkar Ikan

Radarpos.com, Surabaya - Pasca merebaknya wabah Covid-19, pemerintah terus menghimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

Bahkan pemerintah memperkuat himbauan tersebut dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah RI Nomor 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Beberapa pemerintah daerah sudah mengimplementasikan kebijakan tersebut guna menekan laju penyebaran Covid-19 di daerahnya masing-masing. Masyarakat sudah banyak yang mengurangi aktivitas di luar rumah berdampak pada penurunan permintaan bahan makanan yang dikonsumsi.

Berdasarkan hal tersebut, apabila hal ini berlangsung lama akan berdampak terhadap serapan hasil produksi ikan dari para nelayan dan pembudidaya ikan.

Indonesia Fisheries Analyst dari Global Fishing Watch (GFW) Imam Prakoso menjelaskan, secara keseluruhan pandemi COVID-19 tidak berdampak di WPP yang lain, terutama empat Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) seperti 715, 716, 718, dan 573.

Sementara, tiga WPP lainnya diketahui sudah terkena dampak dari COVID-19, namun itu dirasa tidak terlalu signifikan.

Empat WPP yang tidak terkena dampak secara langsung dengan adanya wabah COVID-19 tersebut, diketahui masih terus berlangsung sampai sekarang, atau tiga bulan setelah Indonesia menetapkan status darurat kesehatan karena COVID-19. Itu berarti, aktivitas perikanan di empat WPP tersebut sampai sekarang masih berjalan dengan normal.

Imam menyebutkan, secara keseluruhan wabah COVID-19 memang tidak mengganggu aktivitas produksi perikanan di Indonesia, walaupun seluruh provinsi sudah terpapar virus tersebut.

Kapal-kapal perikanan lokal juga masih terus melakukan aktivitas penangkapan ikan ke laut lepas, walaupun ada kebijakan penutupan wilayah perbatasan di masing-masing provinsi.

Aktivitas perikanan era COVID-19 dibanding dengan tahun sebelumnya pada WPP 573. Sumber : Global Fishing Watch Perairan Selatan Jawa Timur sendiri termasuk ke dalam WPP 573, dan pelabuhan perikanan yang terdapat di Provinsi Jawa Timur tetap melakukan aktivitas perikanan dengan normal.

Aktivitas perikanan normal yang dimaksud adalah dengan mematuhi protokol kesehatan atau kita kenal dengan istilah “normal baru”. Hasil tangkapan nelayan dengan nilai ekonomis penting dapat terserap oleh pasar dan harganya relative stabil.

Pelabuhan perikanan Selatan Jawa yang termasuk dalam UPT Provinsi Jawa Timur diantaranya pelabuhan perikanan pantai (PPP) Tamperan Kabupaten Pacitan, PPP Popoh Kabupaten Tulungagung, PPP Tambakrejo Kabupaten Blitar, PPP Pondokdadap Kabupaten Malang, PPP Puger Kabupaten Jember, PPP Grajagan, PPP Pancer dan PPP Muncar yang ketiganya berada di Kabupaten Banyuwangi.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, komoditas Tuna, Cakalang dan Tongkol (TCT) memiliki harga yang relative stabil.

Ikan tongkol misalnya, pada bulan April harga rata-rata perkilogram berkisar Rp 7.000, pada bulan Mei harga rata-rata perkilogram berkisar Rp 9.000 dan pada bulan Juni harga rata-rata perkilogram berkisar Rp 13.000.

Ikan tuna memiliki kisaran harga Rp 21.300 perkilogramnya, ikan cakalang memiliki kisaran harga Rp 14.000 perkilogram, sedangkan ikan kakap yang termasuk ikan demersal atau ikan yang hidup di dasar perairan memiliki kisaran harga Rp 44.000 perkilogram dan ikan kerapu memiliki kisaran harga Rp 36.000 perkilogram. (*)

Bagikan

RadarposTV