Dinas Perkebunan Jawa Timur (Disbun Jatim) Realisasikan Kredit Dana UMKM Jatim, Bersama Poktan/Gapoktan Kopi Arabika di Musim Pandemi Covid-19 2020

Minggu, 13 September 2020 : 08:36
Ir Karyadi

Radarpos.com, Surabaya - Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur (Disbun Jatim) resmi teken kerjasama dengan Bank UMKM Jatim dalam membantu permodalan bagi petani kopi arabika di tengah pandemi Covid-19. Totalnya mencapai Rp 10 miliar.

Kepala Disbun Jatim Ir Karyadi menuturkan, produksi kopi arabika pada tahun 2020 diperkirakan mencapai 13.900 ton yang tersebar di beberapa daerah sentra tanaman. Antara lain di Kabupaten Bondowoso, Situbondo, Jember, Lumajang, Probolinggo dan Pasuruan.

Jenis kopi ini merupakan aset komoditi perkebunan terbesar di Jatim. Secara kelembagaan sentra tanaman kopi arabika berkembang pada kawasan lintas kabupaten.

Maka, pembinaan kelembagaan petani berada dalam koordinasi Asosiasi Petani Kopi Indonesia (APEKI) DPW Jawa Timur, baik aspek teknis, sosial maupun ekonomis.

Namun krisis pandemi Covid-19 berpotensi mengganggu perekomonian dunia khususnya terhadap komoditas ekspor-impor. Termasuk terhambatnya perdagangan kopi arabika karena belum adanya permintaan dari negara-negara konsumen seperti Amerika, Italia dan Uni Eropa.

Pada Juni 2020 kopi arabika di berbagai kabupaten sentra tanaman kopi arabika sudah mulai panen, tetapi terhambat pasar karena belum banyak pedagang yang melakukan pembelian. "Kalaupun ada penawaran harganya di bawah standar normal," ujar Ir Karyadi.

Kadis juga menjelaskan, peran Pembina Gapoktan Maju Mapan Jember memiliki tanggung jawab untuk membantu permasalahan yang dihadapi kelompok tani dalam mengatasi terhambatnya pemasaran produksi kopi arabika sekaligus terkendala masalah pendanaan.

Sehingga perlu adanya fasilitasi kredit dari pemerintah, dalam hal ini Kredit Dana Bergulir Program Tunda Jual, yang disalurkan melalui kelembagaan petani kopi.

Penandatanganan bersama

"Tujuan nya, agar hambatan pemasaran produksi kopi arabika yang tidak terjual dapat segera diatasi, terlebih dalam kondisi perekonomian yang kurang kondusif pada saat ini," imbuhnya.

Sementara terkait skema permodalan dan total anggaran yang disiapkan, Karyadi menjabarkan jika Kredit Dana Bergulir Program Tunda Jual adalah kredit yang bersumber dari dana APBD Provinsi Jawa Timur.

Kredit tersebut diperuntukan kepada Poktan/Gapoktan untuk program stabilisasi harga komoditas pertanian dalam rangka menanggulangi dampak pandemi Covid-19 terhadap pemasaran kopi khususnya di Jatim.

"Target bantuan kredit tunda jual ini adalah untuk menyelamatkan produksi kopi arabika milik petani, agar harganya tidak jatuh yang dapat berdampak pada penurunan pendapatan petani dan berpotensi menurunkan mutu produk," jelasnya.

Para petani kopi dengan cara tidak langsung menjual komoditas tersebut pada saat panen melainkan menyimpan terlebih dahulu dan menjual pada saat harga stabil bagi petani kopi dalam bentuk pemberian kredit khusus yaitu melalui Kredit Dana Bergulir Program “Tunda Jual”.

"Dengan melihat kondisi pandemi Covid-19 yang berdampak pada komoditas kopi, maka rancang bangun Skim Kredit Tunda Jual Untuk mendukung program Dana Bergulir Tunda Jual Bank UMKM Jatim menyiapkan anggaran kredit sebesar Rp 10 miliar," ungkap Karyadi menambahkan.

Kredit Dana Bergulir Program Tunda Kredit Dana Bergulir Program Tunda Jual adalah kredit yang bersumber dari dana APBD Provinsi Jawa Timur sendiri akan menyasar Gapoktan Maju Mapan Jember yang bermitra kerja dengan kelompoktani di Kabupaten lain, yakni Bondowoso, Situbondo dan Probolinggo.

Gapoktan Maju Mapan Jember, sebagai sasaran penerima kredit, bermaksud melaksanakan pembelian produksi kopi milik petani, tidak hanya di daerah Jember saja, tetapi juga kerjasama dengan kelompoktani dari daerah sekitar, yakni di Kabupaten Bondowoso, Situbondo, dan Probolinggo.

Gapoktan Maju Mapan juga memiliki program dengan sasaran mampu menampung produk kopi arabika sebanyak 2.667 ton glondong basah atau 400 ton green bean, sekitar 2,9 persen dari perkiraan produksi kopi arabika Jawa Timur tahun 2020.

Ir.Karyadi menambahkan, mungkin tidak akan mampu membeli semua produk kopi arabika panen tahun 2020. Namun diharapkan melalui pembelian dengan harga yang normal, dapat memberikan efek positif terhadap harga penjualan kopi arabika milik petani.

"Jika program dukungan pembiayaan dalam pembelian panen kopi arabika Di Jawa Timur bisa terealisasikan, maka sangat membantu para petani khusunya petani yang berada di dalam binaan Gapoktan Maju Mapan," tuntas Kepala Disbun Jatim tersebut usai peresmian kerja sama dengan Bank UMKM Jatim. (RIS /*)

Bagikan

RadarposTV