Soal Penyerangan di Solo, Gubernur Ganjar Minta Penegak Hukum Segera Usut Pelaku

Minggu, 16 Agustus 2020 : 09:56
Gubernur Jawa Tengah

Radarpos.com, Semarang - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo sangat menyayangkan adanya penyerangan yang terjadi di Surakarta pada hari Sabtu (8/8) sore lalu.

Adapun penyerangan itu diduga dilakukan oleh kelompok laskar tersebut terjadi hari Sabtu (8/8/2020) sekitar pukul 17.45 di rumah keluarga Umar Asegaf, tepatnya rumah Alm. Segaf bin Jufri di Jalan Cempaka nomor 81, Kampung Mertodranan RT 01 RW 01, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta.

Gubernur Jateng itu meminta penegak hukum tidak ragu untuk menindak pelaku penyerangan midodareni (doa sebelum acara pernikahan) di Surakarta.

“Kita menyayangkan, kenapa di bulan Agustus, di mana kita ber-Bhineka Tunggal Ika, butuh persatuan, ada yang melakukan itu. Kalau ada yang tidak benar itu mohon koordinasi dengan kami. Kami sangat menyayangkan,” kata Ganjar saat ditemui di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (10/8/2020).

Ganjar menjelaskan, setelah mendapat laporan terkait kejadian tersebut, ia langsung berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi, intelijen, dan semua aparat penegak hukum.

“Semoga siapa pun yang luka segera sembuh dan kami sudah koordinasi dengan penegak hukum, Kapolda sendiri juga sudah menyampaikan kepada saya tahapan-tahapan yang sedang dilakukan. Saya dukung penuh untuk penegakan hukum itu,” ungkapnya.

Ganjar mengatakan, penyerangan yang diduga oleh kelompok laskar itu bukanlah yang pertama kali terjadi di Kota Surakarta. Sebelumnya juga pernah ada kejadian serupa.

“Iya, betul (tidak hanya sekali terjadi). Maka penegakan hukumnya tidak boleh diragukan. Siapa yang kemudian merusak atau melanggar regulasi-regulasi ini sudah tidak usah ragu, ditindak saja,” tegas Ganjar. (Team)

Bagikan

RadarposTV