Puncak Musim Kemarau Justru Terjadi Hujan

Minggu, 16 Agustus 2020 : 09:46
Ilustrasi Hujan di solo

Radarpos.com, Solo – Bulan Agustus dan September diprediksi sebagai puncak musim kemarau di wilayah Jateng. Namun demikian, pada pekan kedua Agustus ini justru terjadi hujan deras dalam beberapa hari terakhir.

“Memamg benar potensi hujan masih bisa terjadi pada musim kemarau ini di Jateng dalam 3 hingga 4 hari ke depan,” ujar Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jateng, Iis Widya Harmoko, Sabtu (15/8).

Ia mengungkapkan terjadinya hujan pada bulan Agustus ini akibat ada pergerakan masa udara basah yang melewati wilayah Jateng. Kondisi tersebut membuat cuaca panas tiba-tiba berubah menjadi mendung hingga turun hujan.

“Penyebab turunnya hujan saat ini akibat pergerakan masa udara basah yang melewati wilaya Jateng,” kata dia. Munculnya hujan di tengah puncak musim kemarau, kata dia, sempat membuat masyarakat heran.

Bahkan, ada yang memperkirakan kondisi tersebut pertanda akan dimulainya musim penghujan. “Potensi hujan masih akan terjadi khususnya paling lama 3-4 hari lagi ke depan. Intensitas hujan nantinya akan berkurang,” katanya.

Ia menambahkan kemarau tahun 2020 ini cenderung lebih basah dibanding 2019 dan 2018 lalu. Kemudian terkait prakiraan musim hujan di Jateng terjadi pada bulan Oktober 2020. “Wilayah seperti Temanggung dan Solo sekitar bulan Oktober diprediksi mulai turun hujan.

Sedangkankan wilayah pantura seperti Rembang, Pati, dan Jepara masuk musim hujan pada November,” tutup dia. (Team)

Bagikan

RadarposTV