Gara-Gara Coutinho, Barcelona Berpotensi Bayar Rp88,3 Miliar Lagi ke Liverpool

Minggu, 16 Agustus 2020 : 10:14

Radarpos.com, Lisbon - Barcelona tersingkir dengan menyakitkan dari gelaran liga Championship 2019-2020 karena mengalami kekalahn telak 2-8 dri lawa liga Jerman Bayer Munich.

Atas kekalahan tersebut, tak ayal Barca pun menjadi bahan olok-olokan. Apalagi, pemain kepunyaan mereka yang dipinjamkan ke Bayern, Philippe Coutinho, menampilkan performa gemilang untuk membantu Die Roten menghancurkan Blaugrana.

Coutinho sejatinya ditebus Barca dengan harga fantastis, yakni 145 juta euro atau sekira Rp2,5 triliun, dari Liverpool pada Januari 2018. Akan tetapi, karena dianggap tidak menampilkan performa yang sesuai ekspektasi, pemain berpaspor Brasil itu pun dipinjamkan ke Bayern pada musim panas 2019.

Itulah mengapa, betapa menyakitkannya ketika pemain yang dibeli Barca dengan harga mahal justru membantu tim lawan untuk menghancurkan mereka sendiri. Sebab, dalam pertandingan perempatfinal tersebut, Coutinho mencetak dua gol dan membuat satu assist.

Sepanjang musim kompetisi 2019-2020, performa Coutinho memang tak bisa dikatakan konsisten bagus. Coutinho sendiri tampil di laga melawan Barca sebagai pemain pengganti. Akan tetapi, ia justru mampu membuat klub pemilik merasa menyesal.

Penderitaan Barca tentunya tak hanya berakhir sampai di situ. Gara-gara Coutinho, Blaugrana kini berpotensi untuk menyerahkan uang sebesar 5 juta euro (Rp88,3 miliar) lagi kepada Liverpool.

Berdasarkan laporan yang dimuat Mirror, Minggu (16/8/2020), Barca dan Liverpool memiliki kesepakatan khusus dengan Liverpool terkait perekrutan Coutinho. Kesepakatan tersebut adalah penyerahan 5 juta euro kepada The Reds jika Coutinho mampu memenangi Liga Champions di musim 2018-2019 atau 2019-2020.

Sebagaimana diketahui, saat ini Coutinho dan Bayern tengah berhasil menembus babak semifinal. Bayern tentunya merupakan favorit di turnamen ini. Jika pada akhirnya Die Roten yang menjadi juara, maka Barca harus menyerahkan uang kepada Liverpool.

Manajemen Barca sendiri sejatinya kini disalahkan atas kegagalan mereka mengelola klub dalam beberapa tahun belakangan. Dimulai dari penjualan Neymar Jr, manajemen Barca kemudian menghabiskan banyak uang untuk membeli pemain yang justru tak memberi kontribusi.

Selain transfer Coutinho yang dinilai kemahalan dan kini malah merugikan mereka, pembelian Ousmane Dembele dan Antoine Griezmann dengan harga fantastis juga dikritik. Sebagai akibatnya, Eric Abidal yang merupakan Direktur Olahraga klub kini dikabarkan dipecat. (R-01)

Bagikan

RadarposTV