Pilkada Solo Mulai Memanas, Relawan GARUDA 'Serang' Kubu Gibran Putra Jokowi

Kamis, 02 Juli 2020 : 08:10
BRM Kusumo Putro, SH.MH
Radarpos.com, Solo - Masa pandemi corona, sempat membuat situasi persaingan antar calon walikota Solo melandai. Sebab kedua calon yang selama ini bersaing, lebih fokus untuk menggelar berbagai kegiatan kemanusiaan. Untuk meredam penularan virus Covid-19.

Namun ketenangan warga Solo yang mulai menjalani kehidupan new normal, tiba-tiba terusik. Lantaran beberapa hari lalu beredar hasil survei yang dilakukan oleh sebuah lembaga dari perguruan tinggi swasta di Kota Solo. Yang mana hasilnya menempatkan sosok Gibran Rakabuming Raka sebagai calon walikota dengan elektabilitaa sangat tinggi.

Tentu saja hal ini langsung menuai kritik keras dari para pendukung calon walikota Achmad Purnomo. Yang menyebut bahwa survei yang dilakukan tidak fair, dan cenderung menggiring opini.

Adalah relawan GARUDA (Gerakan Rakyat untuk Daerah Surakarta) yang langsung bereaksi keras terhadap hasil survei ini. Kelompok yang diketuai BRM Kusumo Putro SH MH, inipun menyoroti kredibilitas dari perguruan tinggi pelaksana survei. Yang dipandangnya tidak melakukan survei dengan benar dan fair.

"Hasil survey tersebut, tidak mencerminkan kondisi riil di Kota Solo. Selain itu, setelah saya pelajari dari sejumlah pemberitaan di media. Ada beberapa kejanggalan yang membuat survei itu bisa dikatakan tidak akurat," jelas Kusumo di hadapan awak media pada Selasa (30/6) sore.

Kusumo menyebut bahwa Kota Solo memiliki 5 kecamatan. Tapi dalam survei itu ada satu kecamatan yang tidak dijadikan sample, yakni Jebres. Padahal di kecamatan ini basis massa pendukung PDI-P yang secara resmi mengusung Achmad Purnomo, sangat besar.

Dari sinilah pihaknya bisa melihat bahwa ada upaya penggiringan opini yang dilakukan oleh tim survei. Terlebih setelah itu mereka melakukan blow up secara besar-besaran di media. Sehingga mengesankan bahwa soaok Gibran sangat didambakan untuk jadi walikota.

"Dari simulasi yang dilakukan, terkesan sangat memaksakan menggiring opini publik kepada salah satu calon. Semestinya kalau fair maka juga memasukkan Purnomo yang juga calon Walikota Solo, sebagai materi survei. Tinggal nanti bisa dilihat, siapa yang elektbilitasnya lebih tinggi di antara dua kandidat itu," sambung pria yang juga seorang advokat anggota PERADI Kota Solo itu.

Bahkan Kusumo melihat bahwa survei ini juga terkesan dibuat untuk mendikte partai politik, dalam hal ini PDI-P. Agar menjatuhkan rekomendaai kepada Gibran. Sebab dengan menyodorkan hasil survei itu, tentu pihak partai pengusung akan memiliki pertimbangan tersendiri untuk menjatuhkan rekomendasi.

Ya. Rekomendasi dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memang menjadi keputusan akhir terkait siapa yang akan diusung partai berlogo kepala banteng itu untuk maju dalam pilkada. Dan meski sejauh ini secara reami DPC PDI-P Kota Solo telah mengusung pasangan Achmad Purnomo - Teguh Prakosa. Namun keputusan itu bisa berubah bila Megawati tidak menghendaki.

Terlebih setelah Gibran yang juga putra sulung Presiden RI Joko Widodo, sebagai lawan Achmad Purnono, juga mendaftarkan diri lewat PDI-P.  Megawati sendiri seperti terus mengulur-ulur waktu untuk memutuskan rekomendasi akan diberikan ke siapa.

Ada dugaan bahwa Megawati sedang bimbang untuk memilih siapa yang akan diberi rekomendasi. Sehingga meski di daerah-daerah yang lain rekomendasi sudah diberikan, untuk pasangan yang maju pada Pilkada Desember 2020 mendatang. Di Solo justru masih terus ditunda.

Achmad Purnomo
Bagj PDI-P, Kota Solo memang bukan kota biasa. Sebab kota kecil di Jawa Tengah ini bisa dianggap sebagai barometer kondisi perpolitikan naaional. Terlebih setelah presiden Jokowi juga berasal dari Solo.Karena itulah Megawati seperti tidak mau main-main untuk menjatuhkan rekomendasi. Yang nantinya justru bisa berpengaruh pada kekuatan partainya saat bersaing dalam pemilu.

Terkait hal ini, Kusumo menyebut bahwa soosk Achmad Purnomo sangat dibutuhkan warga Solo. Sebab di tengah kemajemukan masyarakatnya, Purnomo bisa berdiri di tengah-tengah kelompok naaionalis dan religius. Serta merangkul keduanya. Sehingga bila terpilih menjadi walikota maka dia bisa dengan mudah membangun Kota Solo.

"Saya sebagai simpatisan dan inisiator Relawan GARUDA yang di dalamnya terdapat 52 element kelompok masyarakat sebagai pendukung Purnomo-Teguh di Pilkada tahun 2020. Berharap kepada pihak-pihak tertentu yang tidak senang dengan Purnomo-Teguh jangan kerap memutar balikkan fakta akan kondisi riil di lapangan yang ada di Kota Solo.

Kota ini butuh orang seperti Purnomo ynag sudah berpengalaman dan paham kondisi. Bukan orang baru yang belum jelas kemampuannya. Karena itu sekali lagi, kami berharap agar masyarakat jangan mudah terkecoh dengan yang namanya survei. Dan parpol jangan lantas terlena dengan bungkus manis survei,” tegasnya.

Bahkan pria yang kerap menggelar berbagai aksi  demo untuk menyoroti kebijakan pemerintah ini, sempat jengkel. Hingga mengatakan bahwa PDI-P Kota Solo tidak butuh sosok Gibran. Karena sudah mengusung pasangan Purnomo - Teguh (Pu-guh).

"PDI-P Kota Solo tidak butuh Gibran. Justru Gibran lah yang butuh partai ini, untuk maju. Makanya kalau memang merasa elektabilitaanya tinggi. Harusnya berani maju lewat partai lain. Bukan dari PDI-P yang sudah mengusung Purnomo - Teguh," pungkas pria yang sedang menyelesaikan program S-3 ilmu hukum di salah satu perguruan tinggi di Kota Semarang tersebut.

(Team)
Bagikan

RadarposTV