Lurah Ketelan Solo Mengaku Mengacu pada Disposisi Walikota dan Aturan

Kamis, 02 Juli 2020 : 07:44
Lurah Ketelan Ibu Tiwuk Sri Rejeki, SH
Radarpos.com, Surakarta - Terkait masalah lahan Ketelan yang saat ini bermasalah Lurah Ketelan saat dikonfirmasi oleh awak Media Radar Pos.com dikantornya. Tiwuk Sri Rejeki ,SH mengatakan bahwa selaku Lurah mengacu pada Pimpinan baik Camat maupun Walikota.

Dikatakan wanita paruh baya ini, setiap melangkah sesuai dengan aturan karena masalah lahan tersebut sudah lama .dan pada intinya yang namanya Mediasi tidak ditiadakan dengan alasan agar diselesaikan lewat jalur hukum jangan hanya mediasi terus, karena selama ini juga tidak ada titik temu terangnya ibu Tiwuk.

Ditegaskan tidak ada penyelesaian .bahkan dirinya pernah datang ke lokasi sekali saat ramai-ramai .agar di selesaikan melalui pemiliknya .dan saat ditugaskan disini borok itu sudah ada .yang menjadi pertanyaan pemiliknya setahu lurah ketelan adalah Drs. Medi.

Saat tinjau lokasi di Jl Sumatera Ketelan
Sekali lagi yang menjadi pegangan ibu Tiwuk adalah aturan dan perintah atasan.sedang perintahnya agar diselesaikan lewat jalur hukum.dengan mendaftarkan melalui pengadilan Negeri, kalau merasa tanahnya di tempati oleh banyak orang .

Kalau sudah ada putusan dari Pengadilan Negeri (PN) Solo nanti kan ada Putusan dari Pengadilan .apapun putusannya warga siap menerima misalkan harus pergi juga akan legowo.sementara yang sudah pindah baru 1 orang yaitu pak fendi sekaligus Rt setempat.

Sementara Sri Sudarini diakui oleh Lurah memang sempat datang ke Kantor Kelurahan .namun sang Pemilik tanah Drs. Medi sampai tulisan ini diturunkan juga belum bertemu.Ibu Tiwuk juga berharap agar persoalan ini segera selesai dan kondusif tidak ada gegeran terus terangnya.

Di tempat terpisah Konsultan sengketa lahan Ketelan Tri Siswantoro,SH melalui juru bicaranya ,bahwa perkataan lurah Ketelan tersebut sebagian tidak tepat.selaku lurah sebagai pengayom , pelindung yang menjaga keamanan dari warganya Ibu lurah tidak melakukan apa –apa.

Jadi ini betul-betul pemain sadiwara ulung ,ditegaskan bahwa para penghuni disitu sewa dari mbahnya dulu juga sewa tentu tahu.sepihak tidak benar .ditambahkan pula mas Tri bersama rekanya merasa jenuh. yang mana hanya kalimat itu-itu saja oleh Pejabat setingkat lurah.

Bahkan ibu Sri Sudarini juga tidak pernah merasa dilindungi dan diayomi ,untuk pulang dirumahnya sendiri.selaku lurah seharusnya melindungi selaku pemilik syah ,memang tanah tersebut dijual kepada Bapak Medi.bahkan ketika dijual belum akan dibayar lunas ,apabila tanah tersebut belum kosong dan dipagar Seng.

 Sekali lagi para penghuni yang selama ini tinggal semua sewa ,semenjak dari mbahnya turun kepada orang tuanya kepada anaknya .memang tanah tersebut tidak akan dijual ketika itu ternyata dijual kepada Medi maka Pak Hendro Priyono akhirnya kecewa.padahal pak Hendro punya rencana bagus yang mana akan dijadikan rumah susun katanya.

Kalau di suruh mendaftarkan ke pengadilan tidak mau,Kenapa ? sebagai pemilk syah pemegang sertifikat An Drs.Medi dengannomor sertifikat 0096 dengan luas tanah 1.025 M 2 suruh mengugat justru para penghuni melanggar Perda .ada 3 Perda yang dilanggar yaitu tempat kumuh ,kedua juga tinggal tampa adanya IMB dan Menempati lahan orang tanpa izin pemiliknya.3 perda dilanggar artinya cukup dengan penertiban bisa dilakukan.

Dikatakan bahwa warga juga pegang surat peryataan yang intinya bahwa sewaktu –waktu tanah akan dibutuhkan oleh Ibu Sri Sudarini, maka siap untuk pergi dari lahan tersebut tanpa “pesangon” itupun juga diingkari oleh para penghuni.

Bahkan para penghuni tersebut orang yang tidak tahu diri, karena sudah menerima pesangon tapi juga belum mau pindah. termasuk pak Fendi  sudah menerima pesangon dari Konsultan Tri sejumlah Rp 23 .000.000.( Dua puluh tiga juta) tapi sekarang sudah pindah ke Jeruk sawit Gondang rejo .sementara yang lainya belum mau pindah, karena ada orang yang ikut masuk di dalamnya.

Sementara warga termasuk Fendi yang waktu itu juga ada di Kantor Kelurahan memang benar walau sudah pndah namun masih jadi Rt di Ketelan .semoga masalah ini cepat terselesaikan .bahkan ada suara apabila tidak segera pindah makan akan dibantu untuk pemindahan  dan masalah ini juga terus berjalan.

(Team)
Bagikan

RadarposTV