Diduga Agus Baca Buku Karangan Cipto Junaidi Menyewa tanpa Bayar

Kamis, 16 Juli 2020 : 10:25


Sri Sudarini, M,Pd Pemilik Lahan Ketelan
Radar Pos.com.Surakarta-Terkait persoalan Sengketa Tanah Ketelan ,Kecamatan Banjarsari, Surakarta menurut salah satu Tokoh warga dengan komentarnya Agus yang juga cucu mbok Giyem dimuat oleh Media Radar Pos bahwa dirinya menempati lahan tersebut dari sejak mbahnya adalah sewa.
 
Diduga Konsulan Ketelan Tri Siswatoro, SH. melalui juru bicaranya bahwa Agus terinspirasi membaca buku Karangan Cipto Junaidi yang berjudul bisa menempati lahan milik orang tanpa bayar sewa barang kali demikian.menempati lahan milik orang lain dengan gratis.

Di satu sisi ibu lurah Ketelan tidak mau menduplikasi adanya penghuni yang tidak mau menyewa, yang tidak mau bayar dan tidak bayar PBB .dan akhirnya juga terungkaplah bahwa ada sesuatu kekuatan yang luar biasa adanya Bapak Hendro yang saat menjadi Lurah Ketelan ternyata juga berniat untuk menyatakan ingin membeli tanah tersebut akhirnya memangil ibu Sri Sudarini yang mana akan dijadikan rumah susun katanya.

Ketika bertemu Ibu Sri Sudarini mengatakan tidak akan menjual tanah tersebut karena akan dipakai sendiri ,kurun waktu berjalan Hendro yang juga mantan Lurah Ketelan tahu ternyata tanah tersebut telah dijual ke Drs. Medi.disinilah terjadi dendam kesumat dari Hendro. Maka munculah dari Petinggi-petinggi Pemintahan Kota Solo yang sekarang ada di Pemerintahan .

Maka yang bawahanya menjadi “ Badut- Badut”dari kegiatan palsu ,kegiatan kebohongan ,kegatan goroh yang diketuai oleh oknum tersebut.dan sekarang menjadi pegangan para penghuni salah satunya Agus Senen yang dijadikan acuan dan peganggan sampai sekarang .padahal itu sangat lemah .

Bahkan pada Penghuni menyatakan komitmen yang tidak jelas bahwa Sri Sudarini adalah anak pembantu, juga katanya telah memalsukan surat-surat keterangan waris, tapi sampai sekarang tidak bisa membuktikan tegasnya sang juru bicara yang tidak mau disebut namanya.buktinya pengaduan ke kepolisian juga tidak jelas ujungnya.

Dengan demikian maka bisa diambil kesimpulan secara sepihak, bahwa pengaduan yang dilakukan oleh penghuni bernama Him-Him alias Jupriadi yang dibantu oleh Avokad yang bernama Umar Harahap, SH dengan segala kepalsuanya dan ketidaktahuanya klausul riwayat tanah itu ,Umur Harahap hanya bikin surat aduan yang terkesan asal-asalan.

Contoh sebuah surat yang dibikin pada tanggal 20 juni 2019 disitu mengatas namakan paguyuban warga Ketelan, tapi juga tidak berani menunjukan mana namanya maupun alamatnya tidak jelas. tertulis bahwa kepemilikan masih ada pemeriksaan di Polres Surakarta sehingga tanah tersebut masih dalam” Status Quo “ yang diatur dalam pasal 223 KUHP.kalau sudah Status Quo harus kosong ini tidak tahu.paham tidak pasal yang digunakan itu.

Bahkan warga juga mencurigahi bahwa Advokad yang satu ini benar atau Gadungan ,dinilai bahwa  Him-Him di belakangnya ada Avokad , namun sampai sekarang juga terus Satpol PP yang datang .bahkan diduga sudah berijin belum atau sudah Assosiasi Profesi belum kalau sudah ya Monggo silahkan tegasnya .sementara sang Avokad belum bisa dikonfirmasi lebih lanjut oleh Media.

(Team)


Bagikan

RadarposTV