Pemerintah Batalkan Haji Tahun 2020 Ada Beberapa Pertimbangan

Selasa, 02 Juni 2020 : 19:14
Kabah di Mekah
Radarpos.com, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) RI secara resmi telah membatalkan ibadah haji tahun ini. Menurut Menteri Agama Fachrul Razi keputusan tersebut cukup sulit, namun harus dibatalkan dengan berbagai pertimbangan yang matang.

Sebelumnya skema pembatasan jamaah dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan menjadi salah satu opsi, namun bukan menjadi opsi terbaik mengingat situasi sekarang ini.

Selain itu, Menag juga mengungkapkan bahwa ini bukan pertama kalinya Indonesia tidak memberangkatkan haji karena adanya wabah penyakit yang melanda.

Pada tahun 1892, ibadah haji pernah dibatalkan karena wabah kolera dan 1987 karena wabah meningitis. Berikut sederet alasan mengapa ibadah haji tahun ini dibatalkan.

1. Waktu Haji Akan Lebih Lama karena Karantina

Dengan kondisi pandemi virus corona (Covid-19) sekarang ini waktu ibadah haji akan lebih lama dari biasanya. Karena adanya waktu untuk karantina dan pengecekan bebas Covid-19.

Tambahkan waktu tersebut yakni karantina 14 Hari sebelum keberangkatan dan 14 Hari telah tiba di Arab Saudi. Selain itu, setelah kembali ke Tanah Air juga akan dikarantina 14 Hari. Jemaah juga perlu memiliki sertifikat bebas Covid-19.

2. Menimbulkan Korban Jiwa

Kementerian Agama juga telah melakukan kajian literatur serta menghimpun sejumlah data dan informasi tentang ibadah di masa-masa lalu.

Ternyata didapatkan fakta bahwa pelanggaran ibadah haji pada masa terjadinya wabah menular telah mengakibatkan wabah kemanusiaan di mana puluhan ribu jemaah haji menjadi korban.

Saudi Arabia pernah menutup haji ibadah haji tahun pada tahun 1814 karena wabah, tahun 1837 dan 1858 karena wabah epidemi, 1892 karena wabah kolera, dan 1987 karena wabah meningitis.

Kementerian Agama juga telah melakukan konsultasi kepada otoritas keagamaan di Majelis Ulama Indonesia MUI untuk mendapatkan pandangan keagamaan terkait pembatalan keberangkatan jemaah haji di masa pandemi.

3. Pemerintah Tidak Memiliki Waktu untuk Persiapan.

Lebih lanjut, Menag Fachrul Razi juga mengatakan bahwa Arab Saudi tidak kunjung membuka akses bagi jemaah haji dari negara manapun. Hal tersebut membuat Pemerintah tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan utamanya dalam pelayanan dan perlindungan jamaah.

Menurut Fachrul memberikan perlindungan bagi jamaah dan petugas haji merupakan bagian dari pelaksanaan kewajiban negara dalam menjamin keselamatan.

4. Ibadah Haji Akan Terganggu di Tengah Pandemi Virus Corona

Menag Fachrul menyampaikan bahwa ibadah haji sangat mungkin terganggu jika diselenggarakan dalam situasi masih banyak kasus positif Covid-19 di Arab Saudi dan Indonesia.

Ia kembali menegaskan bahwa keselamatan jiwa merupakan hal utama diajarkan agama. Sehingga sangat tidak memungkinkan untuk memberangkatkan jamaah di tengah situasi seperti sekarang ini.

(R-01)
Bagikan

RadarposTV