Ir. Jokowi Bukan Orang Sembarangan

Kamis, 28 Mei 2020 : 16:23
Radarpos.com, Jakarta - Jokowi bukan orang sembarangan. Dia satu2nya orang Indonesia yg memenangi lima ajang pemilu langsung berturut2. Ia memenangi 2 kali pemilihan wali Kota Solo, satu kali PIlgub Jakarta dan 2 kali Pilres dg sederet prestasi hingga saat ini.

Ketika masih menjadi Walikota Solo, namanya masuk kategori 25 walikota terbaik di dunia versi The City Mayors Foundation. Ia duduk di urutan pertama sebagai Walikota terbaik.

Posisi berikutnya diisi Walikota Tel Aviv (Israel) Ron Huldai, disusul Walikota Anegeles Citu (Filipina) Edgardo Pamintuan, dan Walikota Changwoon City (Korea Selatan) Park Wan Suu, serta Walikota Ankara (Turki), Melih Gokcek.

Pada tahun 2013, Jokowi dinobatkan menjadi satu dari 134 tokoh terkemuka dunia versi pembaca majalah Foreign Policy yg diterbitkan di Amerika Serikat. Nama Jokowi masuk dalam kategori tokoh yg telah membuat gebrakan baru.

Majalah tersebut menulis, nama lelaki jebolan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada ini menjadi sangat populer karena sering blusukan ke tengah masyarakat.

Majalah Globe Asia menjadikan Jokowi sebagai tokoh pada edisi Januari 2014. Majalah terbitan Globe Media Group ini menyematkan gelar “Man of the Year” pada Gubernur DKI Jakarta 2012-2014 itu.

Dalam uraiannya, Globe menjelaskan Jokowi sebagai pemimpin yg mendefinisikan ulang arti kepemimpinan. Namanya terus menarik perhatian dunia.

Majalah Fortune tahun 2014, saat dia masih Gubernur DKI Jakarta, namanya masuk sebagai 50 pemimpin terhebat dunia. Dia nangkring di nomor 37 dari 50 pemimpin terhebat. Ia dinilai sebagai pemimpin yg telah banyak melakukan perubahan, dari soal tata ruang, hingga penanganan korupsi.

Dari posisi gubernur DKI Jakarta, ia kemudian melamar jadi Capres. Permainan SARA berhasil ia padamkan. Ia menang. Kiprahnya memimpin Indonesiapun menarik perhatian dunia. Ia pun masuk sebagai salah satu dari 100 tokoh paling berpengaruh di dunia tahun 2015 oleh majalah Time.

Selama menjadi Presiden di periode pertama, ia membangun infrastruktur masif yg luar biasa di seluruh Indonesia. Ia juga menelurkan program TAX Amnesty yg sukses besar. Di periode keduanya, golongan menengah di Indonesia berkembang pesat.

Ia juga tak segan membubarkan organisasi keagamaan yg ingin menjadikan Indonesia sebagai negara khilafah. Di saat yg sama ia berhasil menunjukkan kepemimpinan bernafaskan Islam di negerinya.

Pada tahun 2019, situs Themuslim.com merilis nama2 500 tokoh muslim yg berpengaruh di dunia. Dan untuk peringkat 50 besar nama Presiden Joko Widodo. Namanya menempati urutan ke-13. Jokowi dinilai sebagai politikus yg bersih dari tuduhan korupsi dan nepotisme.

Kendatipun ia sudah banyak menorehkan prestasi, masih banyak orang yg nyinyir dg kekuatannya. Mereka lupa bahwa Jokowi adalah orang yg dua kali menyingkirkan Prabowo di Pilpres yg notabene dari militer dan menantu penguasa Orba, Soeharto.

Banyak tokoh, jenderal & konglamerat di negeri ini ngebet melengserkannya.

Mereka menganggapnya sepele. Mereka masih melihatnya orang biasa, tukang kayu & tak paham strategi militer. Mereka yakin bahwa mudah menurunkannya dari jabatannya sebagai Presiden.

Amin Rais, Yusril Ihza Mahendra, Fadli Zon, Fahri Hamzah, silih berganti menyerangnya siang malam. Mereka menghinanya & berharap secepatnya ia turun. Namun apa yg terjadi? Amin Rais nyerah.

Ia malah lengser dari PAN yg didirikannya. Yusril bersedia jadi pengacaranya semasa Pilpres 2019. Fahri Hamzah dan Fadli Zon lengser dari kursi wakil ketua DPR dan kini hanya bisa menggonggong di Twitter.

Rizieq dan Bahar Bin Smith dg kedok agama menyerangnya dg sadis. Tetapi Rizieq malah terpental ke Arab Saudi & tidak kembali2. Bahar yg garang, masuk Nusakambangan. Kedua kedok orang ini terbongkar. Yg satu terlibat chatting porno & yg satu terlibat penganiayaan.

Saat Freeport sedang panas2nya, Jokowi diperkirakan bisa lengser. Kolaborasi Setyo Novanto, Rizald Chalid & para anggota DPR serta campur tangan Amerika di Freeport begitu kuat.

Namun ia tetap berdiri tegar. Sebaliknya Freeport dapat diambil alih dg negosiasi super alot. Setya Novanto pun lengser dari kursi ketua DPR, ketua Golkar & berakhir di penjara.

Jika Jokowi orang biasa alias orang sembarangan, ia sudah jatuh pada demo besar 212 di Monas. Ia juga bisa dikudeta dg strategi dua kaki Panglima TNI Gatot Nurmantyo yg didukung oleh ratusan purnawirawan jenderal kala itu.

Tetapi ia bukan orang sembarangan. Ia mampu keluar dari situasi genting. Sebaliknya Gatot sendiri gagal jadi Capres & kini menjadi pengangguran.

Kini di saat pandemi Covid-19 melanda dunia, ia dicoba dijebak. JK, Anies, Fadli Zon, Rizal Ramli & gerombolan lain menjebaknya agar melakukan lockdown. Tetapi ia tak terjebak dan justru mengeluarkan jurus PSBB. Hasilnya kegaduhan dapat terkendali. Indonesia tidak seperti India yg rusuh.

Banyak pihak berharap ia akan jatuh di saat ujian besar pandemik Corona ini. Namun ia optimis. Bangsanya dapat melalui bencana ini dg selamat. Ia tetap tenang & sabar.

Tetap teguh & penuh perhitungan. Instingnya tajam. Otaknya encer. Nalurinya cemerang. Jelas ia bukan orang sembarangan.

Ia tidak sama dg Umar Assegaf yg melawan aturan PSBB & disebut MUI bukan orang sembarangan. Yg ini disebut orang bukan sembarangan karena gamisnya saja. Jokowi disebut bukan orang sembarangan karena prestasi dan naluri intelijennya yg tajam

(R-01)
Bagikan

RadarposTV