Upaya Jatim dalam Peningkatan Kebutuhan Protein Hewani Nasional

Kamis, 16 April 2020 : 14:16
Radarpos.com, Surabaya - Di awal tahun 2020 Jawa Timur berkomitmen akan pemenuhan kebutuhan hewani nasional. Dalam kondisi yang saat ini protein hewani sangat dibutuhkan oleh warga Indonesia.

Protein hewani merupakan sumber pangan yang sangat baik untuk masa pertumbuhan dan perkembangan anak-anak karena memiliki kandungan asam amino yang lengkap.

Mineral dan protein yang terdapat dalam daging sapi berguna untuk membantu kerja system saraf otak dan meningkatkan imunitas. Kekurangan protein, terutama protein hewani, bisa berakibat pada lambannya pertumbuhan badan dan juga tingkat kecerdasan anak-anak.

Oleh karena itu, mau tak mau kita harus meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap protein hewani. Salah satunya adalah melalui kecukupan tingkat konsumsi daging dengan segala nilai gizi dan nutrisi yang dikandungnya.

Konsumsi daging sapi per kapita di Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun. Menurut data Badan Pusat Statistik, produksi daging sapi dan kerbau Nasional tahun 2019 adalah 514.393 ton.

Dengan total populasi penduduk 268 juta orang dan tingkat konsumsi daging 2,6 kg/per kapita, maka kebutuhan daging Nasional adalah 696.800 ton. Jumlah ini tentu masih jauh di atas jumlah produksi.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian RI melakukan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) pada tahun 2017 hingga 2019 untuk meningkatkan populasi ternak sapi dan kerbau di seluruh Indonesia.

Kegiatan utama program ini berupa Pelayanan Inseminasi Buatan (IB)/Kawin Suntik Gratis, Pemeriksaan Kebuntingan (PKB) Gratis, dan Pelaporan kegiatan IB. Pada tahun 2020, kegiatan UPSUS SIWAB berganti nama menjadi Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (SIKOMANDAN).

Sebagai provinsi dengan populasi ternak terbanyak se Indonesia, Jawa Timur mendapatkan target kegiatan pelayanan IB sebanyak 1.867.000 dosis pelayanan dengan tingkat kebuntingan sebanyak 1.322.400 ekor dan kelahiran pedet sebanyak 1.200.000 ekor.

SIKOMANDAN di Jawa Timur dilaksanakan di 34 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, salah satunya adalah di Kabupaten Malang.

Dalam rangka pelaksanaan SIKOMANDAN, pada hari Kamis tanggal 12 Maret 2020 bertempat di Dusun Sumbul Desa Klampok Kecamatan Singosari, tim dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang dengan didampingi tim dari UPT Inseminasi Buatan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur melaksanakan pelayanan terpadu kepada masyarakat berupa pelayanan IB, PKB, kesehatan hewan serta penyuluhan.

Target SIKOMANDAN Provinsi Jawa Timur tahun 2020 yaitu pelayanan IB 2.427.100 ekor, PKB 1.586.880 ekor dan pelaporan kehamilan 1.190.160 ekor.

Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, drh. Wemmi Niamawati, MMA menyampaikan bahwa Jawa Timur merupakan provinsi tumpuan Nasional dengan target kegiatan lebih dari 40 % dari target Nasional.

“Oleh karena itu kita harus bekerja keras dan cerdas untuk mewujudkan Jawa Timur sebagai lumbung pangan protein hewani Nasional”, tuturnya.

Disampaikan juga oleh Kepala UPT Inseminasi Buatan, Dr. drh. Iswahyudi, MP bahwa capaian kinerja SIKOMANDAN sesuai data yang terlaporkan di integrated Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS) adalah sebagai berikut: pelayanan IB sebanyak 426.027 dosis dengan jumlah sapi yang di IB sebanyak 350.627, pelayanan PKB sebanyak 232.264 ekor dengan jumlah kebuntingan sebanyak 174.607 ekor dan jumlah kelahiran pedet sebanyak 174.301.

“Dengan capaian kinerja saat ini, Jawa Timur optimis dapat mencapai target SIKOMANDAN dalam mendukung percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau di Indonesia”, tambahnya.

(*)
Bagikan

RadarposTV