Sri Sudarini Srikandi Kota Solo Peduli Sampah

Minggu, 08 Maret 2020 : 07:09
Radarpos.com, Surakarta - Wanita yang satu ini memang punya ide-ide yang cemerlang, khususnya tentang persoalan sampah yang menjadi problematik di kota-kota, salah satunya yang ada di kota Solo, Jawa Tengah.

Ketika dikonfirmasi oleh awak media Radarpos.com di rumahnya kampung Karangasem, Kecamatan Laweyang, Solo. Sri Sudarini mengatakan bahwa bermula dari ide atau gagasan, bahwa sampah itu perlu adanya penanganan tersendiri.

Bahwa di lingkungan ibarat kampung terisolir yang mana juga berbatasan dengan kabupaten Karanganyar.

Ditambahkan wanita pensiunan ASN ini, bermula dari ajakan kepada ibu-ibu yang ada di Kampung ini untuk ngomong-ngomong yang mana awalnya hanya ngumpulkan sampah yang mana tiap 17 Agustus itu tidak narik iuran kepada warga.

Yang mana Sri Sudarini tidak tahu kalau kegunaan atau manfaatnya sebesar itu dengan bertujuan untuk kebersamaan dan Gotong royong warga.

Yang dijadikan contoh hanya 8 orang awalnya dan perkumpulan bapak-bapak juga belum ada, adanya Cuma ibu-ibu waktu itu akhirnya digerakan untuk bapak-bapak dan pada tahun 2017 dirinya dipercaya jadi RT di kampung sini.

Yang pelantikanya ada di Loji Gandrung waktu itu, masih dinas tinggal 1 tahun jujur awalnya tidak mau, mosok Rt kok wanita biar yang lain bapak-bapak saja terangnya.

Akhirnya Sri Sudarini mau, tapi mari kita kerja bareng-bareng kemudian warga dikumpulkan untuk diajak bermusyawarah dan akhirnya bisa terwujut jadi Bank sampah.

Juga dirinya kurang paham kalau bank sampah harus ber SK dengan perjalanan waktu maka dirinya juga aktif di kelurahan dan ketika ada deklarasi bebas rokok ketemu dengan sebuah LSM yang mana bisa diajak kerja sama.

Setelah gobrol banyak akhirnya ada kesamaan visi selanjutnya mengalang ibu-ibu Pkk dan sebagainya tapi belum tahu persis Bank sampah itu seperti apa? Kemudian diarahkan untuk Ke DLH kota Solo.

Dirinya tahu bahwa setelah tahu prosedurnya per Rt bisa dan setelah di proses juga minta SK dari kelurahan waktu itu lurahnya Bapak Darji. Termasuk resik-resik kali dapat juara 3 se Kota surakarta, akhirnya di datangi oleh wawali yaitu sungai Gajah putih.

Akhirnya jadi taman Gajah Putih, waktu pemaparan juga disampaikan juga dapat juara dan setiap rumah diberikan tong sampah satu uang rakyat kembali ke rakyat tidak apa-apa terangnya.

Kegiatan ini dapat dukungan oleh suaminya Widodo yang sekarang jadi Manajernya SK Nya Sudah turun. Sekarang menjadi Percontohan tingkat Jawa tengah dan pernah diundang di Magelang selama 3 hari.

Bahkan banyak tamu yang datang baik dari umum maupun mahasiswa.dengan maksut ingin tahu cara penanganan sampah. Warga ingin mengetahui secara langsung.

Administrasi tertib juga di bukukan dan manfaatnya sekarang sudah dirasakan warga masyarakat dan kedepan juga dibentuk koperasi.

Sebelumnya juga dibuat Pra Koperasi untuk melayani warga sekarang bisa mengurangi sampah sekitar 2 ton dan kedepan diajak dari Propinsi untuk diajak untuk penanganan sampah lebih luas lagi dengan cara Aplikasi semoga kedepan lebih baik lagi dan sukses. (YS)
Bagikan

RadarposTV