Haul Kasultanan Keraton Pajang

Minggu, 09 Februari 2020 : 21:50
Radarpos.com, Sukoharjo - Pada hari Sabtu tanggal 8 Februari 2020 di Kasultanan Keraton Pajang, diadakan jumpa pers terkait dengan adanya haul yang akan diselengarakan pada hari Minggu tanggal 9 Februari 2020 yang mana dalam haul ini juga akan diisi berbagai kegiatan dan juga akan dihadiri oleh Bupati Sukoharjo.

KRAT Dr. H. Andi Budi Sylistiyanto, SH. M. Ikom yang didampingi kanjeng Sultan Hadiwiyoyo kalifatullah IV Pembina dan konsultan ini menyampaikan, dirinya diminta oleh kanjeng sultan untuk menyampaikan dengan adanya kegiatan yang akan digelar terkait dengan budaya di kasultanan pajang.

Sedang aktifitas Bapak Andi di pusat adalah di PBNU pusat Sebagai Wakil Ketua Lakpesdam Nu sebagi lembaga sumber Daya manusia di PBNU.

Semula dikeraton pajang ini ada sebuah masjid sebagai aktifis NU untuk memakmurkan masjid oleh karena itu, desember tahun yang lalu meresmikan masjid Agung sultan pajang ini agar bisa digunakan oleh masyarakat umum.

Setelah peresmian masjid Agung itulah dirinya tertarik dan berdiskusi dengan kanjeng Sultan bagaimana cara mengembangkan keraton pajang ini menjadi sebuah pusat budaya untuk melestarikan adat istiadat, nguri budaya termasuk bagaimana tahapan - tahapan dalam sebuah proses-proses budaya yang terkait dengan keraton.

Ini penting sekali dalam rangka untuk menjaga peradaban yang menunjang berdirinya NKRI. Sedangkan negara ini berdiri karena ditunjang kekuatan-kekuatan budaya yang beraneka ragam.

Dan ini harus diteruskan atau dikembangkan agar anak cucu kita mengetahui dan bisa menyerap apa yang menjadi kebesaran Bangsa kita yang terdahulu. Selain itu juga untuk menepis adanya keraton - keraton yang akhir-akhir ini banyak bermunculan, karena kalau pajang punya sejarah yang nyata.

Kemudian tujuan yang lain adalah bagaimana kekuatan sinergisitas antara agama dengan budaya itu menjadi satu kekuatan yang dibutuhkan oleh Bangsa ini. Bangsa ini bisa bersatu kalau masih menghormati budaya-budaya yang ada di Negara kita, oleh karena itu karena lahir dalam satu kultural.

NU tertarik sekali untuk mensinergikan bagai mana agama dan budaya tidak bertentangan namun saling menunjang, oleh karena besuk akan dilakukan haul joko Tingkir.

Seorang tokoh yang beragama islam keturunan dari kanjeng sepuh kebo kenonggo ayahandanya pengging beliu sendiri adalah mantu dari sultan demak, raja demak basis pertama yang beragama islam di pulau jawa.

Namun demikian nguri-uri budaya ini menapak tilas kebesaran majapahit bagai mana tata cara ritual-ritual yang ada tidak terlepas dari budaya - budaya kerajaan yang ada di Nusantara ini terutama bebasis di Majapahit.

Sehingga penyelengaraan haul ini penting karena menjadi togak berdiri. Sudah di Sk oleh Menkumham sejak tahun 2010 kemarin.

Keraton pajang berdiri ini untuk melestarikan budaya semua tunduk pada hukum Republik Indonesia seperti kegiatan-kegiatan dikeraton pajang ini tetap memberitahukan secara formal pihak yang berwajib.

Dan ini menjadi kegiatan tahunan karena haul sendiri bermakna sebuah kegiatan untuk memperingati tokoh-tokoh atau ulama keluarga besar setempat yang sudah meninggal. Haul ini dilaksanakan satu tahun sekali sehingga menjadi agenda tahunan.

Seorang tokoh besar itu boleh dilaksanakan haul baik ditempat terpisah, ditempat yang lain, dan punya komitmen bentuk penghormatan atau rasa syukur boleh saja diluar ada yang mengadakan haul Joko tingkit tidak masalah dari sisi islam menjadi suatu kekuatan menjaga ukuwah islamiyah. (Team)
Bagikan

RadarposTV