DKP Jatim Kembangkan Budidaya Udang Vanname dengan Metode Super Intensif

Sabtu, 08 Februari 2020 : 19:26
Radarpos.com, Surabaya - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur berhasil mengembangkan standar operasional prosedur budi daya udang vanname (Litopenaeus vannamei) berbasis bio-herbal sehingga jangka waktu pemeliharaan lebih pendek dengan hasil optimal.

Keberhasilan itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menghadiri panen raya udang vanname di Instalasi Budi Daya Air Laut (IBL) Prigi, Trenggalek.

"Kami mengapresiasi teman-teman di IBL Prigi yang sudah mengembangkan sebuah SOP untuk pengembangan dan memanen udang vanname, bahkan bio teknologi herbal sebagai makanannya sehingga hasilnya lebih optimal," kata Emil Dardak dikonfirmasi usai panen raya.

Sebelum menggunakan metode super intensif berbasis bio-herbal para petani tambak udang membutuhkan waktu empat bulan atau sekitar 120 hari untuk ukuran 40 namun dengan adanya metode ini hanya membutuhkan waktu 70 hari saja dengan demikian para petani tambak udang dapat menghemat pakan dan waktu panen.

Metode ini dilakukan dengan mengelola sumber daya air laut yang sudah baik dan memanfatkan bakteri yang sudah dilemahkan. Sehingga tata kelola air tersebut dapat berdampak positif terhadap bibit udang yang sedang dibudidayakan.

"Metode optimalisasi pengelolaan air ini membuat rentang waktu budidaya lebih pendek," ujar Kepala Bidang Perikanan Budi Daya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur Hari Pranoto.

Menurutnya, budidaya dengan metode ini dapat mempersingkat waktu yang normalnya 120 hari baru panen namun dengan adanya metode berbasis bio-herbal menjadi 65-70 hari dengan ukuran 40.

Keberhasilan membuat SOP pembudidayaan udang super intensif itu kini tengah dikembangkan dan disebarluaskan untuk diadopsi petani tambak udang lain. Baik di Trenggalek, Blitar, Tulungagung, Pacitan, maupun kawasan pesisir lain di Jatim.

"Metode bio teknologi berbasis herbal ini bahkan sudah banyak diadopsi petani tambak udang dari berbagai daerah di Indonesia," ujar Emil.

Saat ini, volume produksi udang vanname di seluruh kawasan pesisir Jawa Timur baru sekitar 93 ribu ton berdasar estimasi produksi selama kurun 2019.

Angka yang disebut terakhir ini lebih besar sekitar tiga 93 persen dibanding data produksi udang vanname Jawa Timur pada kurun 2018 yang disebut mencapai 90 ribu ton.

Namun, kapasitas produksi itu menurut data Dinas Perikanan dan Kelautan Jatim masih belum mampu memenuhi kebutuhan industri pengolahan komoditas udang vanname yang disebut mencapai 124 ribu ton.

Kemampuan produksi di Jatim dengan demikian hanya mampu memenuhi 70,8 persen kebutuhan industri pengolahan udang vanname di daerah tersebut. (M. Aqtoris)
Bagikan

RadarposTV